Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Alat berat membersihkan area penimbunan batu bara. -  Bloomberg / Nicolo Filippo Rosso
Premium

Melawan Senja Kala Industri Batu Bara

18 September 2020 | 16:27 WIB
Industri batu bara dihadapkan pada kondisi yang sangat tidak menguntungkan dengan turunnya konsumsi dunia secara signifikan. Harga terseret ke titik terendah sehingga memaksa para produsen mencari celah untuk tetap bertahan.

Bisnis.com, JAKARTA — Awal pekan ini Institute for Energy Economics and Financial Analysis atau IEEFA merilis laporan tentang kinerja korporasi tambang batu bara di Indonesia di tengah pandemi Covid-19. Sebanyak 10 dari 11 perusahaan yang diulas merugi dari sisi ongkos produksi.

Adapun, 11 perusahaan yang diulas tersebut adalah PT Bumi Resources Tbk., PT ABM Investama Tbk., Geo Energy Resources, PT Bukit Asam Tbk., PT Toba Bara Sejahtra Tbk., PT Harum Energy Tbk., PT Adaro Energy Tbk., PT Indo Tambangraya Megah Tbk., PT Indika Energy Tbk., Golden Energy and Resources, dan PT Bayan Resources Tbk.. Nama terakhir dianggap mampu mencapai titik impas.

Hasil tersebut memang ‘mudah’ diprediksi jika berkaca pada industri batu bara yang telah lemah secara struktural dan semakin diperburuk oleh pandemi Covid-19. 

Konsumsi batu bara terus kehilangan gairah dan dihantui potensi penurunan permintaan dalam jangka panjang seiring dengan makin menggeliatnya pengembangan energi terbarukan. Bahkan, kapasitas pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di dunia turun untuk pertama kalinya pada semester I/2020.

Para produsen dan eksportir emas hitam itu pun kini bersusah payah mencari momentum peningkatan permintaan setelah China dan India, dua konsumen utama batu bara dunia, terus membatasi impor dan beralih ke sumber daya domestik.

Tak hanya itu, berkurangnya permintaan dari Korea Selatan, Filipina, dan Jepang turut menyebabkan oversupply batu bara secara global sehingga mengakibatkan penurunan harga di pasar internasional. 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top