Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Deretan gedung perkantoran dan apartemen di Senayan, Jakarta. - Antara/M. Agung Rajasa
Premium

PPnBM Properti, Seberapa Efektif & Memang Perlukah Ditinjau?

16 September 2020 | 20:30 WIB
Kementerian Keuangan tahun depan berencana melakukan analisis terhadap efektivitas pengenaan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sektor properti. Bagaimana sebenarnya dampak pajak tersebut terhadap bisnis properti. Para praktisi dan pengamat bisnis properti pun memiliki pandangan yang terbelah mengenai hal ini.

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan tahun depan berencana melakukan analisis terhadap efektivitas pengenaan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sektor properti.

Hal itu dilakukan untuk menggairahkan sektor properti hunian setelah setahun mengalami perlambatan. Lalu bagaimana tanggapan para pengembang properti?

Commercial and Business Development Director AKR Land Alvin Andronicus mengatakan PPnBM senantiasa menghantui selama ini, sehingga para developer tidak berani terlalu melakukan ekspansi ke level unit hunian yang lebih besar dan mewah atau segmen high end.

Namun, apabila pemerintah melihat hal tersebut akan berkaitan dengan unit hunian mewah kelas ekspatriat yang menjadikan indikator tahun depan kepemilikan asing diperlonggar, maka dengan kemudahan kepemilikan properti khususnya para investor penanam modal langsung (FDI), tentunya juga memberikan kepastian kepemilikan properti.

"Ini sangat penting, karena akan membantu para developer ekspansi di kawasan baru dengan rumah atau apartemen eksklusif serta meningkatkan daya saing dengan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, atau Australia dalam harga jual.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top