Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Foto udara kawasan perumahan. - Bisnis.com
Premium

Bisnis Properti Menukik, Pengembang Cari Siasat untuk Bertahan

16 September 2020 | 21:11 WIB
Bisnis properti terus tertekan. Setelah sempat mulai bangkit pada kuartal kedua ketika PSBB transisi diberlakukan, kini penurunan kinerja kembhali menghantui setelah PSBB diterapkan kembhali, sebagaimana yang terjadi pada 10 April 2020 lalu. Kalangan pengembang bpun mulai mencari dan menerapkan berbagai siasat agar bertahan hingga akhir tahun.

Bisnis.com, JAKARTA – Penjualan properti hunian hingga akhir tahun ini diperkirakan mengalami pertumbuhan yang minus. Ketua Umum DPP Paulus Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengatakan tekanan pandemi Covid-19 terhadap sektor properti hunian cukup dalam di sepanjang tahun ini.

Hal itu dikarenakan pandemi Covid 19 yang belum usai yang berdampak diberlakukannya kembali Pembatasan Sosil Berkala Besar (PSBB) dan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di sejumlah daerah.

"Penjualan hunian hingga akhir tahun ini diperkirakan tumbuh negatif, seberapa besar dalamnya kami belum tahu karena kondisi yang tidak pasti dan kami belum menghitungnya," ujarnya.

Adanya relaksasi dan new normal sempat berdampak pada dimulainya pertumbuhan penjualan hunian terutama untuk segmen dengan nilai di bawah Rp1,5 miliar. Namun, untuk hunian segmen menengah atas sedikit peminatnya.

"Kami berharap di segmen hunian nilai Rp1,5 miliar ke bawah ini tetap ada pembelinya hingga akhir tahun karena ini pasar yang diandalkan," tuturnya.

Untuk menarik minat pembeli dan sebagai adaptasi saat ini, REI terus menyinergikan antara strategi virtual dengan nonvirtual. Adapun pemasaran saat ini dilakukan sebagian besar dengan cara virtual.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top