Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pekerja mengangkut barang pesanan konsumen di Warehouse Lazada Indonesia, Depok, Jawa Barat, Selasa (12/11/2019). - ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Premium

Hypermart Gandeng Shopee, Lainnya Menyusul?

15 September 2020 | 20:42 WIB
Pemasaran produk ritel dengan omnichannel atau kolaborasi antara toko fisik dan online menjadi strategi yang marak didorong pelaku usaha selama pandemi. Hal ini seiring dengan meningkatnya akses internet selama pandemi dan terjadinya penurunan kunjungan ke gerai akibat pembatasan sosial.

Bisnis.com, JAKARTA – Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian nasional memang tak bisa dihadapi dengan business as usual. Dibutuhkan adaptasi dan kecepatan gerak bagi para pelaku usaha, termasuk pelaku usaha ritel.

Berdasarkan laporan Survei Dampak Covid-19 terhadap Pelaku Usaha yang dilakukan Badan Pusat Statistik selama 10-26 Juli 2020, adaptasi yang dilakukan pelaku usaha baik mikro dan kecil (UMK) dan usaha menengah besar (UMB) antara lain mengurangi jam kerja, diversifikasi usaha, dan pemasaran online.

Pemasaran produk ritel dengan omnichannel atau kolaborasi antara toko fisik dan online menjadi strategi yang marak didorong pelaku usaha selama pandemi. Hal ini seiring dengan meningkatnya akses internet selama pandemi dan terjadinya penurunan kunjungan ke gerai akibat pembatasan sosial.

Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (IdEA) Bima Laga mengatakan kehadiran toko fisik atau offline masih memiliki prospek baik meski pelaku usaha ritel mulai fokus mengembangkan penjualan melalui toko online.

Dia mengemukakan kenaikan penjualan secara daring memang tak lepas dari adanya pandemi. Meski demikian, peningkatan disebutnya terus terjadi seiring dengan perkembangan teknologi.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top