Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Duh, Modal Asing Kabur Rp153,3 Triliun Sejak Awal Tahun Ini

Berdasarkan data transaksi 7-10 September 2020, aliran modal asing keluar dari pasar domestik mencapai Rp500 miliar.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 12 September 2020  |  13:43 WIB
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/9/2020). Bisnis - Abdurachman
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/9/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan domestik mencapai Rp153,29 triliun sejak awal tahun hingga Kamis (10/9/2020).

Adapun, berdasarkan data transaksi 7-10 September 2020, aliran modal asing keluar dari pasar domestik mencapai Rp500 miliar. Total tersebut diperoleh dari posisi jual neto di pasar saham sebesar Rp2,37 triliun dan beli neto di pasar SBN sebesar Rp1,87 triliun.

Selain itu, premi CDS (Credit default swaps) Indonesia 5 tahun naik ke 91,36 bps per 10 September 2020 dari 86,71 bps per 4 September 2020.

Sementara itu, kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia tergerus selama sepekan terakhir seiring dengan pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia pada periode 7 - 11 September 2020, kapitalisasi pasar di BEI turun 4,17 persen menjadi Rp5.827,72 triliun dari pekan sebelumnya Rp6.081,39 triliun.

Pada saat bersamaan, IHSG turun 4,26 persen ke level 5.016 dari posisi pada akhir pekan lalu 5.239.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko menyampaikan Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

Bank sentral juga akan melakukan langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia agar tetap baik dan berdaya tahan. 

Sementara itu, komoditas penyumbang inflasi yaitu bawang putih dan minyak goreng masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

modal asing
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top