Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Petugas memeriksa dokumen kependudukan warga yang akan masuk ke Surabaya di Bundaran Waru, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (28/4/2020). Petugas gabungan memperketat akses masuk ke Surabaya dengan melakukan screening atau pemeriksaan kepada warga di hari pertama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya. - Antara/Didik Suhartonon
Premium

Berkaca dari China, Mampukah Indonesia Manfaatkan Populasi 260 Juta Jiwa?

11 September 2020 | 21:26 WIB
Ketika ingin mengandalkan ekspor tetapi apa daya perdagangan internasional pun luluh lantak akibat krisis global. Sebaliknya, jika ingin mengandalkan konsumsi, rasanya bukan pilihan yang realistis karena daya beli masyarakat sangat tertekan saat ini.

Bisnis.com, JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi Indonesia dihadang ketidakpastian akibat tak kunjung meredanya pandemi Covid-19 sejak Maret lalu.

Ketika ingin mengandalkan ekspor tetapi apa daya perdagangan internasional pun luluh lantak akibat krisis global. Sebaliknya, jika ingin mengandalkan konsumsi, rasa-rasanya bukan pilihan yang realistis karena daya beli masyarakat sangat tertekan saat ini.

Bank Indonesia (BI) mencatat peningkatan di dalam indeks keyakinan konsumen (IKK) pada Agustus 2020, meskipun keyakinan tersebut masih berada pada zona pesimis.

IKK per Agustus 2020 naik tipis dari 86,2 dari bulan sebelumnya menjadi 86,9. Kenaikan IKK pun hanya terjadi pada responden dengan tingkat pengeluaran Rp2-4 juta per bulan.

Namun, hidup harus memilih jika memang ingin bertahan. Di antara dua pilihan tersebut, sepertinya konsumsi masih memiliki harapan untuk digenjot.

Tentunya ini bukan hal yang mudah, pemerintah harus jor-joran untuk mencairkan bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak krisis global ini.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top