Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Gama Tower di Kuningan, Jakarta. - Dok. Westin Hotel
Premium

Kucurkan Rp26,6 T untuk Tol Solo-Yogya, Siapa Gama Group?

10 September 2020 | 23:22 WIB
Gama Group memiliki Gama Tower di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan. Apa saja bisnisnya di Indonesia?

Bisnis.com, JAKARTA – Penandatanganan proyek Tol Solo—Yogyakarta—YIA Kulonprogo bernilai Rp26,6 triliun menarik perhatian. Pasalnya, proyek tol ini dikuasai swasta, memasang target agresif di tengah pandemi dan memerlukan investasi besar.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menjelaskan rencananya tol baru ini tuntas pada 2023. Badan usaha pada tol baru ini adalah PT Jogjasolo Marga Makmur (JMM) dengan masa konsesi 40 tahun.

JMM ini merupakan kongsi swasta dan BUMN yang terdiri dari Gama Group bersama PT Daya Mulia Turangga (DMT) dengan pemilikan 51 persen. Serta PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) masing-masing 25 persen dan 24 persen.

“Pemenang tender proyek ini adalah kontraktor swasta sebagai leader dan didukung BUMN karya. Proyek ini diharapkan mulai konstruksi Oktober 2020 dan ditargetkan paling lambat Oktober 2023 sudah beroperasi,” jelas Basuki, Rabu (9/9/2020).

Tidak banyak swasta yang berhasil berinvestasi di jalan tol. Tentu kehadiran Gama Group menambah semarak bergandeng dengan nama besar Group Salim, Bosowa, hingga Astra.

Lalu siapa Gama Group, swasata yang dimaksud Menteri Basuki? Apalagi proyek tol ini membutuhkan investasi sangat besar yakni Rp26,6 triliun.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top