Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Aktivitas karyawan di salah satu pabrik di Jakarta, Jumat (20/9/2019). Bisnis - Arief Hermawan P
Premium

Klaster Pabrik dan Alarm Mengendurnya Aktivitas Manufaktur

08 September 2020 | 18:32 WIB
Dalam beberapa waktu terakhir, klaster penularan Covid-19 di area pabrik dan perkantoran terus bertambah. Penutupan sementara pabrik atau kantor sebagai langkah lokalisasi pun diambil. Kondisi ini tentu menjadi alarm bahwa pulihnya aktivitas manufaktur dapat terganggu.

Bisnis.com, JAKARTA – Indonesia baru saja menikmati kondisi di mana sektor manufaktur kembali berekspansi pada Agustus setelah terkontraksi sejak Maret 2020. Namun tren positif itu bisa saja terkoreksi kembali setelah merebaknya klaster Covid-19 di pabrik dan perkantoran.   

Seperti diketahui, kasus baru infeksi virus corona masih terus merebak, diikuti dengan munculnya klaster perkantoran dan pabrik di sejumlah wilayah di Indonesia. 

Hal ini membuat jumlah kantor atau pabrik yang ditutup terus bertambah. Pertanyaannya, apakah munculnya klaster baru pabrik dan kantor sebagai buntut pelanggaran protokol kesehatan, sehingga ujungnya menjadi bumerang bagi industri karena produksi terhambat?

Adapun, kabar terbaru  menyebutkan pabrik biskuit Khong Guan di Ciracas Jakarta Timur terdapat karyawan yang tertular Covid-19. Hal itu berbuntut penutupan sementara lokasi dan aktivitas pabrik yang menjadi area kerja karyawan tersebut.

Di sisi lain, pemerintah Kota Jakarta Timur menemukan sejumlah pelanggaran protokol kesehatan di pabrik produksi makanan biskuit Khong Guan. 

Sebelumnya, pabrik TV LG berlokasi di Cikarang, Bekasi harus menyetop produksi untuk dua pekan setelah karyawannya terinfeksi virus corona. Melalui test dan trace oleh Gugus Tugas Covid-19 ditemukan 238 karyawan positif corona.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top