Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Sejumlah petugas mengamati replika kereta cepat di casting yard 1 KM 26 jalan tol Jakarta--Cikampek, Cikarang Utama, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (30/9/2019). - ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
Premium

Proyek Kereta Cepat, Tak Perlu Belajar Sampai ke Negeri China

07 September 2020 | 05:32 WIB
PT Kereta Cepat Indonesia China mencatat sebelum Covid-19 menyebar di Tanah Air, sudah ada 2.000 mahasiswa yang ikut belajar atau praktik kerja lapangan.

Bisnis.com, JAKARTA — Proyek Kereta Cepat Jakarta—Bandung bisa menjadi modal ilmu dan pengalaman bagi tenaga konstruksi Indonesia sehingga dapat dikembangkan sampai ke Surabaya.

Proyek yang digarap PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) ini dikerjakan sejak 2016 dan kini ada sekitar 14.500 pekerja yang terlibat dari kontraktor yakni high speed railway contractor consortium.

Di dalam konsorsium tersebut, ada tiga perusahaan yang mengerjakan konstruksi proyek yaitu PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., emiten BUMN karya dengan kode saham WIKA, China Railway Group Limited (CREC), dan Sinohydro Corporation Limited.

Sebagai proyek yang merupakan kolaborasi Indonesia dan China, para pekerja bakal menerima transfer ilmu dan teknologi dari ahli kereta cepat, khususnya dari CREC yang sudah berpengalaman selama 120 tahun mengerjakan berbagai konstruksi kereta api di China dan 90 negara lain di dunia.

Sementara itu, Sinohydro merupakan perusahaan konstruksi yang sudah berstandar internasional, dengan posisi di 255 Top Global Contractor Engineer News Record 2012.

Data perseroan mencatat dari 14.500 pekerja saat ini, jumlah pekerja asal China yang merupakan ahli kereta cepat serta ahli konstruksi mencapai 2.100 orang.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top