Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pekerja mengangkut tabung LPG 3 kg di salah satu agen LPG di Palembang, Sumsel, Jumat (14/1/2020). - ANTARA FOTO/Feny Selly
Premium

Subsidi Energi secara Tertutup, Sebuah Konsiderasi Penaikan Harga

04 September 2020 | 17:00 WIB
Pemerintah: Hal itu perlu dilakukan untuk merespons perkembangan harga minyak mentah Indonesia dan nilai tukar rupiah sehingga dapat mengurangi tekanan terhadap fiskal APBN.

Bisnis.com, JAKARTA — Pilihan untuk menerapkan pemberian subsidi energi secara tertutup kembali mencuat. Kali ini, pemerintah tengah mengkaji untuk mengubah skema penyaluran subsidi pada tahun depan. Rencana itu tertuang dalam Buku II Nota Keuangan beserta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2021.

Dalam buku itu disebutkan bahwa arah kebijakan subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan liquified petroleum gas (LPG) tabung 3 kilogram pada 2021 yakni melanjutkan pemberian subsidi tetap untuk Solar dan pelaksanaan transformasi kebijakan subsidi berbasis komoditas menjadi berbasis target penerima melalui integrasi dengan bantuan sosial secara bertahap melalui kebijakan pengendalian volume dan penyesuaian harga.

Pelaksanaan transformasi tersebut akan dilakukan secara berhati-hati dan mempertimbangkan waktu yang tepat sesuai dengan kesiapan data dan infrastruktur serta perkembangan perekonomian pascapandemi Covid-19.

Sejalan dengan kebijakan transformasi subsidi berbasis komoditas menjadi berbasis target sasaran, pemerintah akan melakukan perbaikan data penerima sasaran untuk memastikan agar subsidi atau bantuan diberikan kepada kelompok masyarakat yang perlu dilindungi.

Selain itu, pemerintah dapat melakukan penyesuaian harga jual eceran (HJE) LPG tabung 3 kg dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan sosial masyarakat.

Pemerintah menjelaskan bahwa hal tersebut perlu dilakukan untuk merespons perkembangan harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price) dan nilai tukar rupiah sehingga dapat mengurangi tekanan terhadap fiskal APBN.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top