Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi kabin pesawat.  - Dok. Istimewa
Premium

Aturan Penumpang Pesawat Maksimal 70 Persen, Waktunya Direvisi?

28 Agustus 2020 | 07:15 WIB
Jumlah penumpang pesawat dalam beberapa pekan ini mulai menunjukkan geliat, apakah aturan kapasitas penumpang pesawat 70 persen sudah waktunya untuk direvisi?

Bisnis.com, JAKARTA - Terhitung hingga Agustus 2020, maskapai nasional sudah menjalankan kebijakan pembatasan jumlah penumpang maksimal 70 persen selama 2 bulan.

Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran (SE) No. 13/2020 tentang Operasional Transportasi Udara dalam Masa Kegiatan Masyarakat Produktif dan Aman dari Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Beleid tersebut dirilis sejak 8 Juni 2020 oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto atas nama Menteri Perhubungan. Tujuan utama beleid tersebut adalah untuk pencegahan penyebaran virus Covid-19. Namun, apakah saat ini aturan tersebut sudah waktunya direlaksasi?

Pengamat penerbangan dari Jaringan Penerbangan Indonesia (Japri) Gerry Soedjatman berpendapat rata-rata pesawat maskapai kini telah dilengkapi High Efficiency Particulate Air (HEPA) yang sebenarnya tergolong aman dari virus Covid-19.

Dia mengatakan berdasarkan riset yang dilakukan oleh International Air Transport Association (IATA) dengan mengambil contoh kasus sebanyak 18 maskapai atau setara dengan 14 persen dari trafik global. Hingga kini, tidak ada bukti pasti penularan dalam pesawat, hanya kemungkinan empat kasus awak pesawat dan tiga antarpilot.

Selain itu, dari 1.100 kasus penumpang yang terjangkit Covid-19 setelah terbang, tidak ditemukan adanya penularan dari mereka ke penumpang lain. Hanya ditemukan dua kasus kemungkinan penularan ke awak pesawat dengan lebih dari 100.000 penumpang lainnya yang naik penerbangan yang sama dengan mereka.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top