Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Makro - Istimewa
Premium

Historia Bisnis: Riuh Pasar saat Bos Astra Bawa Pusat Grosir Makro ke Jakarta

26 Agustus 2020 | 22:21 WIB
Theodore P. Rachmat yang kala itu Presiden Direktur Astra Group tercatat menjadi pengusaha yang membawa pusat kulakan Makro ke Indonesia dari induknya di Belanda pada 1992.

Bisnis.com, JAKARTA - Sistem toko grosir di Indonesia bukan konsep baru. Namun toko grosir yang dilengkapi teknologi moderen menjadi kekhawatiran sejumlah pihak mematikan usaha yang lain, apalagi konsep ini dijalankan oleh grup usaha yang diyakini lebih efisien.

Kekhawatiran ini yang sama merebak jelang kehadiran toko gudang rabat atau hypermarket Makro di Jakarta 28 tahun lalu. Bisnis Indonesia edisi 26 Agustus 1992 menurunkan laporan 'Makro di Jakarta, Mencoba Hadir di Tengah Eksistensi para Grosir' tentang persaingan pasar kulakan ini.

Dijabarkan bahwa kala itu baru segelintir toko gudang rabat atau hypermarket sudah beroperasi di Jakarta. Mereka antara lain Alfa Retail yang dijalankan Sampoerna Group, Trims (Mantrust), dan Mega Hero oleh Hero Group.

Trims sendiri telah menghentikan kegiatan usaha karena induk usahanya sedang menghadapi krisis keuangan.

Sedangkan perdagangan grosir yang memakai istilah pusat perkulakan baru diperkenalkan oleh PT Karaba Unggul. Perusahaan ini dimiliki oleh Theodore P. Rachmat (Presiden Direktur Astra Group), Suhartoyo (Mantan Kepala BKPM) dan Sudjatmiko (anggota DPR). Mereka berkongsi di bawah jaringan bisnis grosir internasional asal Belanda, Makro.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top