Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi kemitraan Indonesia-Australia.  - Antara
Premium

Historia Bisnis: Kala Importir RI 'Melawan' Pemerintah Australia

19 Agustus 2020 | 14:34 WIB
Sebelum terjalinnya hubungan dagang yang harmonis antara Indonesia dan Australia baru-baru ini, kedua negara pernah terlibat dalam friksi dalam hal perdagangan. Kasus Timor Timur menjadi latar belakangnya.

Bisnis.com, JAKARTA – Sebagai negara yang bertetangga dan berdekatan secara gerografis, Indonesia dan Australia memiliki hubungan dagang yang berjalan sejak lama.

Kendati tidak selalu masuk dalam daftar mitra dagang utama, Australia menjadi pemasok utama bagi beberapa produk yang dibutuhkan Indonesia. Sebut saja gandum, daging sapi hingga produk susu.

Baru-baru ini bahkan Indonesia dan Australia menjalin kerja sama ekonomi komprehensif yakni Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Aggreement (IA-CEPA). Kesepakatan perdagangan bilateral dengan mereduksi hambatan tarif, menjadi salah satu kerja sama pokoknya.

Namun, tepat 15 tahun lalu, hubungan perdagangan Indonesia dan Australia sempat memanas. Importir Tanah Air yang tergabung dalam Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) mengancam akan menyetop seluruh impor dari Negeri Kanguru.

Seperti diwartakan Harian Bisnis Indonesia pada 19 Agustus 1995, aksi GINSI itu dilatarbelakangi oleh aksi pembakaran bendera Indonesia di Australia pada 17 Agustus 1995.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top