Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pekerja memasang penutup karpet merah di ruang rapat paripurna Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/8/2018). - Antara / Hafidz Mubarak A.
Premium

Historia Bisnis: HUT Ke-75 RI, Begini Pidato 3 Presiden Saat Krisis

14 Agustus 2020 | 07:46 WIB
Pidato kenegaraan menjadi momen pasar keuangan dan masyarakat mencermati kebijakan pemerintah setahun ke depan dan menyiapkan reaksi terbaik.

Bisnis.com, JAKARTA – Pidato kenegaraan menjadi salah satu yang paling ditunggu setiap menjelang HUT Republik Indonesia. Dalam pidato kenegaraan ini, maka akan tergambar arah pemerintahan 1 tahun ke depan dan rencana jangka panjang yang disiapkan.

Tradisi pidato kenegaraan ini tetap dilakukan oleh para presiden di Indonesia setiap tahunnya. Termasuk dalam era krisis moneter. Dalam rentang tahun 1997 sampai 2000, pidato kenegaraan jelang dan di bawah suasana krisis moneter menjadi suluh yang sangat ditunggu.

Pada 16 Agustus 1997, Presiden Ke-2 Republik Indonesia Soeharto menyampaikan pidato kenegaraan terakhirnya di tengah situasi menuju salah satu krisis terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

“Kesempatan ini adalah pertemuan terakhir saya selaku Presiden dengan Dewan yang terhormat. Tugas  kepresidenan saya akan berakhir pada saat saya menyampaikan Pidato Pertanggungjawaban Mandataris kepada MPR hasil pemilihan umum, Maret tahun depan,” katanya di bagian akhir pidatonya.

Presiden Soeharto meninggalkan gedung DPR/MPR setelah sidang tahunan HUT RI pada 1993./Bisnis Indonesia

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top