Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pekerja pabrik pulang seusai bekerja di salah satu pabrik makanan di Jakarta, Sabtu (11/4/2020). Bisnis - Abdurachman
Premium

Ada Risiko Di Balik Program Subsidi Gaji

10 Agustus 2020 | 14:53 WIB
Dibalik niat baik pemerintah dalam memacu konsumsi masyarakat melalui subsidi gaji, terdapat risiko yang membayanginya.

Bisnis.com, JAKARTA – Persoalan lemahnya konsumsi rumah tangga menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera dituntaskan pemerintah. Hal itu diperlukan untuk menghindarkan Indonesia dari keterpurukan ekonomi.

Hal itu tak lepas dari kondisi perekonomian Indonesia, di mana kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 57,85 persen, terbesar di antara komponen lainnya.

Namun, sayangnya, pada kuartal II/2020 laju konsumsi rumah tangga justru mencatatkan laporan yang negatif, yakni -5,51 persen. Capaian itu anjlok dari periode yang sama tahun lalu yang tumbuh 5,18 persen.

Dari sejumlah komponen penyusun konsumsi rumah tangga, hanya dua komponen yang tercatat mampu tumbuh positif yakni perumahan dan perlengkapan rumah tangga serta kesehatan dan pendidikan. Sementara sisanya mencatatkan laporan yang negatif.

Sejumlah pengamat pun menilai, kondisi itu wajar lantaran pemerintah sempat menerapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di berbagai wilayah nasional pada kuartal II/2020. Di sisi lain, pukulan keras terhadap industri nasional akibat adanya pandemi Covid-19, sehingga membuat banyak perusahaan memangkas gaji atau bahkan melakukan PHK karyawan, turut memberikan andil.

Menyadari fenomena tersebut, pemerintah pun meluncurkan program stimulus terbaru, yakni subsidi gaji. Program yang mirip dengan bantuan langsung tunai (BLT) ini menyasar karyawan swasta dengan upah maksimal Rp5 juta per bulan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top