Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi Netflix. - Bloomberg/Chris Ratcliffe
Premium

Pengaruh Dua Arah Aturan Pajak Digital

05 Agustus 2020 | 12:16 WIB
Pajak digital telah diberlakukan di Indonesia. Mampukah penerapannya membantu pemasukan negara?

Bisnis.com, JAKARTA – Platform Video on Demand (VoD) terbesar di dunia, Netflix, mengumumkan kenaikan tarif layanan di Indonesia pada Sabtu (1/8/2020).

Paket seluler naik dari Rp49.000 menjadi Rp54.000, sedangkan paket dasar dan paket standar naik masing-masing Rp11.000 dan Rp14.000. Kemudian yang paling mahal, paket premium, naik dari Rp169.000 ke Rp186.000.

Dalam pernyataan resminya, juru bicara Netflix menyampaikan jika dibulatkan, kenaikan masing-masing paket yang sebesar 10 persen itu disesuaikan dengan kebijakan baru di Indonesia.

“Seperti yang diinformasikan di media, Pemerintah Indonesia akan mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada layanan digital, termasuk Netflix, mulai 1 Agustus 2020,” demikian isi pernyataan tersebut.

Pemerintah memang telah memberlakukan PPN terhadap produk-produk digital sebesar 10 persen, sesuai Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan dan Stabilitas Sistem Keuangan Untuk Penanganan Pandemi Covid-19 dan/atau Dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan.

Aturan ini berlaku tidak saja untuk layanan streaming video atau musik, tapi juga jasa daring dalam dan luar negeri meliputi aplikasi, gim digital, hingga konten-konten lain.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top