Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Perusahaan migas melakukan ekplorasi di tengah laut. -  Antara / Moch Asim
Premium

Historia Bisnis: Pertamina Lepas Saham di Proyek Gas Raksasa Natuna

27 Juli 2020 | 22:57 WIB
Saham yang diserahkan Pertamina di Natuna merupakan ladang gas terbesar di Asia Tenggara dengan cadangan diperkirakan mencapai 222 triliun kaki kubik.

Bisnis.com, JAKARTA – Gas alam telah menjadi salah satu pilihan utama energi dunia Selain harganya yang lebih rendah dari minyak bumi, produk ini dapat diolah menjadi beragam bentuk. Mulai dari bahan pupuk hingga pembuatan ragam bahan plastik dalam industri petrokimia.

Untuk itu beragam eksplorasi minyak dan gas dilakukan diseluruh dunia. Setelah ditemukan cadangan terbukti, lapangan minyak dan gas ini tidak serta merta dapat ditambang. Beragam masalah masih menghambat pemanfaatan.

Demikian juga dengan wilayah Natuna, terdapat 16 wilayah kerja yang ditetapkan. Wilayah yang mulai diekspolorasi semenjak 1960 ini memiliki cadangan terbukti 160 triliun kaki kubik. Dengan menggandeng para raksasa industri migas dunia diharapkan potensi ini dapat dikelola dengan maksimal.

Atas keyakinan ini juga Pemerintah menyetujui pengalihan 26 persen saham proyek gas Natuna dari PT Pertamina (persero) kepada Mobil Oil Corp. 

Nota persetujuan penjualan saham itu ditandatangani di Jakarta, pada 26 Juli 1996 oleh Direktur Utama Pertamina Faisal Abda'oe dan Manajer Mobil Oil Indonesia, Bill Scoggins.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top