Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi - Mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid mengecam pembubaran paksa unjukrasa Aliansi Kebangsaan dan Kebebasan Berpendapat (AKKB) oleh Front Pembela Islam, di Monas, Jakarta, Minggu (1/6/2008). - Antara/Alina
Premium

Historia Bisnis: Gusar Gus Dur Menjelang Lengser

28 Juni 2020 | 12:31 WIB
Abdurrahman Wahid alias Gus Dur mendapat beban yang tak ringan sebagai pemimpin negara karena dituntut membenahi banyak aspek pasca-krisis ekonomi 1998.

Bisnis.com, JAKARTA — Sepetik kalimat diucapkan mendiang Abdurrahman Wahid alias Gus Dur kepada simpatisannya, menjelang pemakzulan dari jabatan presiden dalam Sidang Istimewa MPR pada 23 Juli 2001.

“Kalau tawakal, Anda berani dan layak hidup.”

Saat itu, para simpatisan yang didominasi santri dan kyai, yang berjumlah hampir 300.000 orang, hendak melakukan protes besar-besaran karena menilai rencana pencopotan Gus Dur sebagai kebijakan politis.

Gus Dur menahan massa untuk tak melakukan demonstrasi. dia mengimbau dukungan tak perlu disampaikan dengan emosi, tetapi cukup dengan doa.

Lengsernya Gus Dur hingga kini memang masih jadi polemik yang menuai pro dan kontra. Di satu sisi, secara yuridis Gus Dur tak pernah diputus bersalah atas skandal korupsi Bulog Gate dan Brunei Gate, dua kasus yang kerap dijadikan dasar pendepakan sang presiden.

Namun di sisi lain, pelengseran itu dianggap masuk di akal seiring dengan kondisi negara yang juga sedang banyak masalah.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top