Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Uang kertas dolar AS. - Bloomberg/Paul Yeung
Premium

Utang Dunia Terpompa 101 Persen, Bagaimana Arah Ekonomi Global?

26 Juni 2020 | 11:06 WIB
Gelontoran stimulus penanganan pandemi Covid-19 oleh negara-negara di dunia diperkirakan mendorong rasio utang dunia ke rekor terbaru. Bagaimana pengaruhnya terhadap ekonomi global ke depan?

Bisnis.com, JAKARTA — Kucuran stimulus untuk menekan dampak pandemi Covid-19, baik untuk penanganan krisis kesehatan maupun ekonomi, diperkirakan bakal memompa rasio utang dunia di atas 100 persen untuk pertama kalinya.

Hal ini terungkap dalam laporan World Economic Outlook yang dirilis International Monetary Fund (IMF), Rabu (25/6/2020). Rasio utang dunia pada tahun ini saja melonjak mendekati 19 persen, melesat jauh jika dibandingkan dengan krisis finansial pada 2009.

IMF menyebutkan krisis kesehatan ini membuat negara-negara di dunia kehilangan lebih dari US$10 triliun. Pada saat yang sama, pemerintah juga harus mendukung pertumbuhan ekonomi dengan mengucurkan berbagai stimulus.

Akibatnya, lembaga  internasional ini memprediksi rasio utang dunia bakal melesat ke angka 101 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau tumbuh hampir 19 persen secara year-on-year (yoy).

Direktur Departemen Riset IMF Gita Gopinath mengatakan utang dunia diproyeksi terpacu ke level tertinggi, bahkan melampui level selama Perang Dunia. Menurutnya, negara-negara perlu menahan diri untuk tidak menghamburkan stimulus tanpa target yang jelas, memperluas basis pajak, menekan penghindaran pajak, dan meningkatkan mekanisme pengenaan pajak secara progresif.

IMF mencatat stimulus fiskal yang telah dikeluarkan oleh negara-negara di dunia hampir mencapai US$11 triliun, atau naik dari US$8 triliun yang diperoleh dari estimasi April 2020.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top