Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Wisatawan asing tanpa menggunakan masker berjalan di Pantai Berawa, Badung, Bali, Jumat (19/6/2020). Pemerintah Provinsi Bali berencana menerapkan tiga tahapan implementasi protokol kesehatan menyambut normal baru mulai 9 Juli 2020, di mana sektor pariwisata baru akan dibuka pada tahapan terakhir. - ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Premium

Travel Bubble, Investasi, dan Tenaga Kerja

22 Juni 2020 | 12:10 WIB
Pukulan pandemi virus corona terhadap ekonomi Indonesia membuat pemerintah harus putar otak. Konsep travel bubble diyakini dapat mendukung pemulihan.

Bisnis.com, JAKARTA — Setelah siap membuka sembilan bidang usaha dalam masa normal baru, pemerintah tengah mengkaji perjanjian akses masuk dengan negara lain (travel bubble) sebagai usaha untuk memulihkan ekonomi.

Travel bubble merupakan pembukaan akses antar negara yang mampu mengendalikan pandemi virus corona untuk mengembalikan kondisi perekonomiannya. Membuka kerja sama perjalanan lintas negara dinilai sebagai salah satu cara ampuh karena mendukung mobilitas manusia.

Industri perjalanan dan pariwisata juga menjadi salah satu sektor yang sangat terpukul oleh pandemi. Padahal, seperti disebutkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)/Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), jumlah tenaga kerja di sektor ini mencapai 13 juta orang pada 2019, dan menyumbang 5,5 persen Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan saat ini, Indonesia tengah berdiskusi dengan sejumlah negara terkait kebijakan ini. Menurutnya, belum ada keputusan resmi antara Indonesia dengan negara lain terkait dengan travel bubble.

"Protokol kesehatan menjadi elemen utama dalam diskusi. Seperti negara lainnya, Indonesia sedang mengkaji kemungkinan melakukan perjanjian perjalanan esensial dengan sejumlah negara," ujar Retno dalam konferensi pers, Kamis (18/6/2020).

Dia menuturkan pihaknya sedang melakukan diskusi yang seksama dengan sejumlah negara yang meliputi jangkauan perjanjian, persyaratan, dan protokol kesehatan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top