Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi / Bloomberg/Dadang Tri
Premium

Historia Bisnis: Batal Rencana Penjualan Krakatau Steel

18 Juni 2020 | 16:37 WIB
Pada 18 Juni 1998 terdapat dua peristiwa bisnis yang menjadi sorotan, yakni batalnya Krakatau Steel mendapatkan mitra strategis dan keputusan Grup Tirta Mas yang dikendalikan Adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo menjual aset Semen Cibinong.

Bisnis.com, JAKARTA — Ispat International NV dan Pemerintah Indonesia membatalkan nota kesepahaman (MoU) tentang rencana pembelian 49% saham PT Krkatau Steel (persero).

Hal ini menjadi kabar Bisnis Indonesia pada 18 Juni 1998. Edisi itu mengulas pencarian mitra strategis untuk KS batal dilanjutkan karena invesor urung datang. 

Ispat International adalah pabrik baja yang melakukan spesialisasi diri membangun pabrik dengan skala mini, namun tersebar mulai dari Meksiko, Jerman, Kanada hingga Amerika Serikat. Awalnya Ispat dijalankan di Sidoarjo sebagai perpanjangan bisnis Lakshmi Mittal, India.   

Dalam edisi yang sama, Bisnis Indonesia juga melaporkan adik Prabowo Subianto, Hasyim S. Djojohadikusumo mulai menjual aset PT Semen Cibinong karena rugi. Nantinya, pada 2001, grup Holcim akan mengakuisisi pabrik semen ini dari Tirta Mas yang dikendalikan putra begawan ekonomi sumitro djojohadikusumo itu.

Sofyan A. Djalil, Asisten Kepala Badan Pengelola BUMN Bidang Komunikasi mengatakan pembatalan MoU tersebut karena Ispat menyatakan tidak mampu melaksanakan due diligence sesuai dengan batas waktu yang ditetapkan yakni 21 Juni.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top