Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Petani membajak sawah menggunakan traktor tangan di Desa Samahani, Kecamatan Kuta Malaka, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Sabtu (2/5 - 2020). / ANTARA
Premium

Historia Bisnis: Ragu Realitas Kredit Usaha untuk Garap Sawah  

15 Juni 2020 | 23:07 WIB
Kredit usaha tani (KUT) diluncurkan pemerintah untuk memastikan petani memiliki odal turun ke sawah untuk menanam padi.

Bisnis.com, JAKARTA - Kredit program dengan bunga murah telah digalakkan pemerintah sejak lama. Jika sekarang disebut dengan kredit usaha rakyat, setelah krisis 1998, pemerintah juga mengucurkan kredit usaha tani.

Kredit ini menyasar para petani, pelaku usaha UMKM hingga koperasi yang bersedia turun ke sawah menanam padi. Kredit itu diharapkan dapat memacu produktifitas beras sehingga Indonesia dapat menghentikan ketergantungan impor bahan pangan.

Laporan mengenai penyaluran KUT ini menjadi sorotan Bisnis Indonesia, 15 Juni 1999. Kala itu Menteri Koperasi Adi Sasono menyebutkan KUT untuk musim tanam 1998/1999 cukup berhasil. Indikatornya terlihat dari meningkatnya produksi pertanian saat itu. Sehingga pemerintah menekan impor beras dari 4,1 juta ton, menjadi 2 juta ton.

Dengan fakta ini, Adi menisbikan data Bank Indonesia bahwa kredit program salah sasaran di lapangan.

"Kalau salah sasaran maka tidak mungkin bisa tercapai produksi pangan," kata Adi seusai menyaksikan penandatanganan kerja sama IPB dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Bukopin, 15 Juni 1999.

Menkop menyebutkan pengembalian dana KUT cukup baik. Pada musim tanam 1997-1998, kredit yang dikucurkan sudah dapat dipulihkan sebanyak 78 perse. Diharapkan akhir kuartal III/1999 sisanya dapat dilunasi.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top