Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Gedung TVRI di Jakarta. - ANTARA
Premium

Sudah Berakhirkah Drama Panjang Konflik TVRI?

04 Juni 2020 | 10:46 WIB
Setelah Helmy Yahya diberhentikan sebagai Direktur Utama TVRI pada awal 2020, kisruh internal di stasiun televisi nasional itu tetap berlangsung seiring keputusan Dewan Pengawas mengangkat pengganti Helmy.

Bisnis.com, JAKARTA – Menimbang panjangnya proses yang telah dilalui, mulanya tak ada yang mengira Helmy Yahya bakal mencabut gugatannya ke Pengadilan Tata Usaha Negara atas pemecatan dirinya sebagai Direktur Utama oleh Dewan Pengawas TVRI. Namun, Rabu (3/6/2020), toh sikap antiklimaks itu ditempuh juga.

“Tolong biarkan saya menjalani kehidupan lebih tenang,” ucap Helmy dalam konferensi pers secara daring, Rabu (3/6).

Eks pembawa acara yang kerap dijuluki Raja Kuis itu berkata setidaknya ada tiga poin yang jadi landasan pembatalan gugatannya ke PTUN.

Pertama, Helmy mengatakan telah ditandatanganinya persetujuan pencairan tunjangan kinerja (tukin) untuk pegawai TVRI membuatnya tidak mau ribut-ribut lagi. Tepatnya pada Minggu (31/5), Direktur Utama (Dirut) TVRI pilihan Dewan Pengawas (Dewas), Iman Brotoseno, telah mengajukan surat persetujuan tukin kepada Kementerian Keuangan dan Helmy mengungkapkan surat itu sudah disetujui.

“Istimewanya tukin yang diidam-idamkan karyawan TVRI bisa turun. Kemarin, tujuan utama saya ajukan PTUN antara lain agar karyawan TVRI dapat haknya. Satu-satunya pegawai [Pegawai Negeri Sipil], karyawan, yang belum dapat tukin saya pikir hanya karyawan TVRI,” tuturnya.

Kedua, Helmy, yang dicopot dari jabatannya sebagai Dirut TVRI pada awal tahun ini, juga tak ingin ribut karena Dewas telah merampungkan pemilihan Dirut baru. Dia mengaku tak mau jika nanti dirinya justru terbelit konflik pribadi dengan Dirut terpilih.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top