Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pemudik berada di atas kapal terlihat dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (5/5/2020). Penyeberangan di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk sempat dilakukan pembatasan larangan mudik guna mencegah penyebaran COVID-19, tapi sejumlah pemudik tujuan Jawa pada Selasa (5/5) malam masih berdatangan, sedangkan dari Pelabuhan Ketapang menuju Bali hanya angkutan logistik. - ANTARA FOTO/Budi Candra Setya
Premium

Angkutan Penyeberangan Terombang-ambing Pandemi, 'Transfusi Darah' Dinanti

12 Mei 2020 | 13:50 WIB
Berbagai kebijakan pemerintah pusat dan daerah serta perbedaan implementasi di lapangan membuat angkutan penyeberangan kehilangan 'darah'.

Bisnis.com, JAKARTA — Kombinasi antara kebijakan pembatasan transportasi dari pemerintah pusat, protokol kesehatan, dan perbedaan mekanisme pembatasan sosial di berbagai daerah membuat pelaku usaha angkutan penyeberangan kehabisan darah. Transfusi dari pemerintah pun menjadi jalan keluar yang diharapkan.

Pengusaha angkutan penyeberangan mengklaim mengalami kerugian paling besar akibat larangan melayani penumpang dan kendaraan pribadi setelah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan aturan larangan mudik Lebaran 2020.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) Khoiri Soetomo menyatakan sekarang, kapal roll-on roll-off (ro-ro) tidak bisa melayani penumpang biasa karena ada aturan larangan mudik seperti yang ditetapkan melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Pada saat yang sama, pengusaha feri juga dirugikan akibat pemahaman yang berbeda atas aturan larangan mudik Lebaran 2020 yang disertai pengaktifan kembali moda transportasi umum termasuk kapal penyeberangan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top