Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi - Pesawat CN-235 buatan PT Dirgantara Indonesia atau dulu dikenal dengan nama IPTN - Dok. indonesian/aerospace.
Premium

Historia Bisnis: Demi Rupiah, Pemerintah Barter Pesawat dengan Beras Ketan

11 Mei 2020 | 15:47 WIB
Beras ketan akan dijual ke pasar Indonesia dan hasil penjualannya akan menjadi uang pembayaran pesawat produksi IPTN Bandung.

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Republik Indonesia menukar pesawat CN-235 dengan beras ketan dari Thailand untuk memenuhi stok pangan di dalam negeri.

Menurut pemerintah, menukar beras ketan dengan pesawat buatan dalam negeri adalah tindakan yang lazim dan berlaku umum dalam perdagangan global. Perjanjian tukar pesawat dengan beras ini juga dianggap menguntungkan karena Indonesia dapat menyetok lebih banyak beras dalam kondisi sulit.

Kebijakan menukar pesawat dengan beras ketan dengan Thailand ini menjadi laporan Bisnis Indonesia edisi 11 Mei 1996. Dalam laporan yang berjudul “Imbal Beli itu Hal Biasa Saja”, Kepala Badan Urusan Logistik Beddu Amang memberikan alasan di balik tukar beras dengan pesawat itu.

Menurut Beddu, imbal beli antara pesawata CN-235 dan beras ketan itu disiapkan dengan sangat matang oleh pemerintah. Sebelum dilakukan purchase contract, tim PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN) atau sekarang dikenal dengan PT Dirgantara Indonesia sudah terlebih dahulu sudah berangkat ke Thailand untuk membicarakan persiapan penandatanganan purchase contract. Tim di bawah Menteri Negara Riset dan Teknologi sekaligus Kepala IPTN BJ Habibie itu telah berangkat ke Thailand pada 6 Mei tahun yang sama

Menurut Beddu, pemerintah punya alasan yang kuat sehingga memilih rencana tukar gulir itu adalah antara pesawat dan beras ketan. Beras ketan merupakan salah satu komoditi yang banyak diimpor Indonesia dari Thailand selain produk lain seperti gula, dan beras.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top