Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Petugas memasang kabel tegangan tinggi di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (21/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Premium

Saat Covid-19 Mewabah, Ada Siswa dan Guru Tersengat Klaim Rasio Elektrifikasi

06 Mei 2020 | 11:42 WIB
Aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa, yang dialihkan dari sekolah ke rumah masing-masing, tampaknya tak berjalan semulus yang diharapkan karena adanya keterbatasan pasokan listrik di sejumlah wilayah.

Bisnis.com, JAKARTA — “Lalu ada yang bilang tidak ada sinyal TV, bahkan ada yang bilang tidak punya listrik, saya kaget luar biasa.”

Sepotong kalimat tersebut diucapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dalam obrolan dengan Najwa Shihab di acara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Sabtu (2/5/2020).

Di tengah pandemi Covid-19 yang memaksa Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa dialihkan dari sekolah ke rumah masing-masing, Nadiem mengaku kaget dan terkejut karena masih ada siswa dan guru yang aktivitasnya terhambat akibat keterbatasan listrik di wilayah masing-masing.

Di satu sisi kekagetan tersebut sempat mengundang respons heran publik, terutama dari mereka yang tahu betul betapa listrik masih jadi barang sulit di sebagian wilayah Indonesia. Namun, di sisi lain Nadiem dan pandangannya tak bisa disalahkan.

Barangkali Nadiem terlampau mudah percaya di awal. Bukan rahasia lagi bila masyarakat Indonesia acap dibuai dengan narasi “elektrifikasi listrik tinggi” yang rutin didengungkan pemerintah.

Per 2019 kemarin misalnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengklaim tingkat elektrifikasi alias pemerataan listrik di negara ini sudah mencapai angka 98,89 persen.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top