Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pekerja pabrik pulang seusai bekerja di salah satu pabrik makanan di Jakarta, Sabtu (11/4/2020). Bisnis - Abdurachman
Premium

Jalan Mundur Manufaktur

05 Mei 2020 | 14:31 WIB
Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia periode April 2020 jatuh ke level 27,5. Terendah sepanjang sejarah survei.

Bisnis.com, JAKARTA – Jatuhnya keyakinan para manajer pembelian terhadap keberlanjutan bisnis harus disikapi sebagai peringatan nyata tekanan besar perekonomian baru akan dimulai dalam beberapa bulan ke depan.  

Dalam rilis Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia periode April 2020 yang dirilis IHS Markit, tercatat keyakinan  para manajer yang menjadi responden anjlok ke level terendah sepanjang sejarah survei. PMI Indonesia jatuh ke tingkat 27,5. Melanjutkan tren Maret yang jatuh ke 45,3.

Dalam indeks PMI, IHS Markit menggunakan nilai 50 sebagai garis tengah. Indeks di atas 50 artinya ada keyakinan dari para manajer pembelian bahwa akan melakukan peningkatan persediaan sebagai antisipasi pertumbuhan. Demikian sebaliknya, indeks di bawah 50 menandakan pesimisme perusahaan dapat bertahan.

Capaian PMI Indonesia pada April 2020 sekaligus menandai indeks terendah di Asia Tenggara, tepat di bawah Myanmar dengan angka 29,0.

Menurut laporan tersebut, penurunan ini dipengaruhi oleh kebijakan untuk menahan penyebaran pandemi Covid-19 yang telah berdampak pada penutupan pabrik hingga penurunan permintaan dan hasil produksi.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top