Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) bersama dengan Direktur Jenderal Pajak (DJP) Suryo Utomo (kiri) menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan di Kantor DJP, Jakarta, Selasa (10/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Premium

Pandemi Corona Bikin Penerimaan Negara Tekor, Bagaimana Menambalnya?

30 April 2020 | 19:31 WIB
Penerimaan negara diproyeksi turun karena pandemi virus corona. Bagaimana menambalnya?

Bisnis.com, JAKARTA — Pandemi virus corona membuat pemerintah mesti menghitung ulang anggaran negara. Penerimaan negara diprediksi terkoreksi 10 persen menjadi Rp1.760,9 triliun pada 2020, dari proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebelumnya yang senilai Rp2.233,2 triliun. 

Adapun penerima perpajakan diprediksi menyusut 5,4 persen menjadi Rp1.462,6 triliun pada APBN 2020, dari estimasi sebelumnya Rp1.865,7 triliun. Jika diperinci, penerimaan pajak dan bea cukai terkoreksi masing-masing 5,9 persen dan 2,2 persen.

Prediksi penyusutan penerimaan pajak tahun ini sekaligus bakal mengerek naik shortfall pajak hingga Rp388,5 triliun atau 5,9 persen. Angka ini merupakan shortfall tertinggi dalam 4 tahun terakhir.

Komponen lainnya, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga diproyeksi menciut 26,9 persen menjadi Rp297,8 triliun pada periode yang sama.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPR secara jarak jauh, Kamis (30/4/2020), Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan proyeksi besaran shortfall ini telah memperhitungkan sejumlah faktor.

Pertama, dampak penurunan ekonomi dan perang harga minyak. Kedua, fasilitas pajak insentif tahap II dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 23 Tahun 2020 tentang Insentif Pajak untuk Wajib Pajak Terdampak Wabah Virus Corona senilai Rp13,86 triliun.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top