Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Calon penumpang berjalan menuju bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di area pemberangkatan terminal Pulo Gebang, Jakarta, Selasa (21/4/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Premium

Bantuan Tangkal PHK Bagi Industri Transportasi, Mungkinkah?

28 April 2020 | 17:53 WIB
Insentif tidak hanya dibutuhkan oleh pengusaha angkutan darat, namun juga di laut dan udara agar dapat menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK).

Bisnis.com, JAKARTA – Sektor transportasi umum membutuhkan stimulus dari pemerintah sesegera mungkin untuk menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK) ataupun pembubaran usaha.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Angkutan Darat (DPP Organda) Ateng Haryono menyatakan dalam situasi pembatasan sosial berskala besar akibat virus corona atau Covid-19, seluruh pelaku usaha menderita, baik pengusaha kecil, menengah maupun besar.

Ateng menyebutkan langkah insentif untuk pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dengan ukuran kredit di bawah Rp10 miliar sangat membantu. Namun, dia mengingatkan perusahaan besar dengan kredit di atas Rp10 miliar mengelola ribuan pekerja juga terdampak dalam.

“Lalu akan ada pengaturan insentif perlu 2 bulan lagi. Terlalu lama. Apalagi kalau tagihan masih masuk terus. Seberapa lama [kami perusahaan menengah besar] bisa bertahan?” Ujarnya, Senin (27/4/2020).

Ateng mengkalkulasikan kerugian yang mesti ditanggung pengusaha yang tergabung dalam Organda rerata Rp11 triliun setiap bulannya. Masalah lain, satu perusahaan angkutan darat jika sudah mengakhiri operasi maka akan sulit untuk bangkit ketika pandemi berakhir.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top