Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Karyawati menunjukan mata uang Rupiah dan Dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Kamis (2/4/2020). - Bisnis/Arief Hermawan P
Premium

Realisasi PMDN dari Tantangan Jadi Tumpuan?

23 April 2020 | 17:05 WIB
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyampaikan ada penurunan realisasi investasi asing pada kuartal I/2020. Sebaliknya, investasi dari dalam negeri menunjukkan kenaikan. Bagaimana proyeksinya?

Bisnis.com, JAKARTA — Di tengah ketidakpastian akibat pandemi Covid-19, Indonesia dihadapkan pada menyusutnya investasi asing.

Laporan terbaru Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebut realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) Indonesia pada kuartal I/2020 mentok di angka Rp98 triliun. Catatan ini lebih rendah ketimbang PMA kuartal I/2019 yang sebesar Rp107,9 triliun dan kuartal I/2018 yang senilai Rp108,9 triliun.

Suka atau tidak, Indonesia harus terima. Kekacauan ekonomi yang terjadi di hampir seluruh negara membuat PMA makin susah dikendalikan.

“Investor yang sedang kesulitan [di negara asalnya], pasti juga mikir lagi untuk menanam modal di negara lain [Indonesia],” ujar ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Yusuf Rendy Manilet kepada Bisnis, Selasa (21/4/2020).

Kendati demikian, bukan berarti industri dalam negeri pantas putus harapan. Walau lubang investasi asing tersumbat, masih ada saluran lain untuk memompa arus keseluruhan investasi. Saluran itu adalah Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Tak seperti PMA, di atas kertas PMDN terus menunjukkan grafik peningkatan. Pada rentang Januari-Maret 2020, angkanya tercatat sebesar Rp112,7 triliun.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top