Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Logo The International Monetary Fund (IMF). - Reuters
Lihat Foto
Premium

Historia Bisnis: Tarik Utang US$3 Miliar dari IMF, Pemerintah Sebut Keadaan akan Lebih Sulit

IMF mengucurkan utang baru sebesar US$3 miliar untuk Indonesia setelah sejumlah poin-poin perubahan ekonomi yang dituangkan dalam APBN disepakati.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com
13 April 2020 | 10:48 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Indonesia menarik utang tahap kedua sebesar US$3 miliar dari International Monetary Fund (IMF) untuk menahan merosotnya nilai tukar dan melambatnya ekonomi. Masyarakat diminta untuk melakukan penghematan karena kondisi ekonomi akan lebih buruk.

Hal ini menjadi tema utama headline Bisnis Indonesia edisi Kamis, 9 April 1998. Dalam laporan dengan judul ‘Ginandjar: Situasi akan Lebih Sulit’ itu, pemerintah mengingatkan kondisi perekonomian Indonesia berada dalam jurang resesi. 

“Pada hari-hari mendatang, meskipun sudah ada kesepakatan baru dengan IMF, akan tetap diperlukan pengencangan ikat pinggang karena tingkat suku bunga dipertahankan pada level tinggi sampai keadaan moneter membaik, laju inflasi tetap tinggi dan harga-harga sebagian bahan pokok bakal meningkat,” kata Ginanjar Kartasasmita Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Meko Ekuin)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rabu (8/4/1998).

Ginanjar menyebutkan selain menaikan harga bahan bakar minyak (BBM), pemerintah juga akan menaikan tarif listrik. Besaran kenaikan akan diputuskan setelah rampungnya hasil kajian Departemen Pertambangan dan Energi (Deptamben).

Keputusan pemerintah ini, merupakan bagian dari reformasi ekonomi Indonesia yang disepakati dengan Dana Moneter Internasional (IMF). Dalam perundingan selama 3 minggu itu, Indonesia juga menarik utang baru sebesar US$3 miliar.

Meski menyebutkan sejumlah barang-barang yang dikendalikan pemerintah akan naik, Ginandjar menjanjikan perlindungi rakyat kecil dengan memberikan subsidi sembilan bahan pokok (sembako) terutama beras dan kedelai tetap dijalankan. Pemerintah juga memberikan kredit berbunga murah yang bekerjasama dengan Asian Development Bank (ADB) dan Bank Dunia. Menurut ayah dari Menteri Perindustrian (2019-saat ini) Agus Gumiwang Kartasasmita itu masyarakat diminta tidak pesimis.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
back to top To top