Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Petugas melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) di salah satu SPBU yang ada di Jakarta, Senin (31/9). Bisnis - Nurul Hidayat
Lihat Foto
Premium

Harga Minyak, Target 1 Juta Barel & Realitas Akibat Wabah

Sejumlah operator lapangan minyak dan migas bersiap mengajukan revisi produksi. Rendahnya permintaan dan pandemi COVID-19 jadi penyebab.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com
13 April 2020 | 14:28 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Para operator pengelola lapangan minyak dan gas di Tanah Air mengajukan perubahan rencana produksi kepada pemerintah seiring melemahnya permintaan dunia yang berimbas pada turunnya harga jual.

Saat ini, harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) terus merosot seiring banjir pasokan dari Arab Saudi, Qatar dan Rusia. Saat yang sama permintaan melemah hingga ke tititik terendah. Hingga Maret 2020, ICP sudah menyentuh US$$34,23 per barel.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto menuturkan operator akan kesulitan mengembangkan lapangan jika ICP terus turun di bawah US$35. Dalam data SKK Migas, sudah 14 kontraktor yang menyiapkan kajian revisi rencana kerja  dan anggaran (WP&B) tahun ini.

 

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan dengan harga minyak Indonesia yang rendah pada saat ini, kegiatan yang telah direncanakan dipastikan ikut terpengaruh.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top