Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pedagang menata sayuran yang dijual di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (27/1/2020). - ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Premium

Mengamankan Rantai Pasok Global demi Menangkal Krisis Pangan

07 April 2020 | 09:55 WIB
Di bawah bayang-bayang virus corona, produksi dan distribusi pangan tersendat. Restriksi ekspor yang dijalankan negara-negara produsen demi mengamankan kebutuhan domestik berpotensi membahayakan rantai pasok pangan global, termasuk di Indonesia.

Bisnis.com, JAKARTA — Pengetatan ekspor bahan pangan oleh sejumlah negara di tengah pandemi virus corona dapat berpengaruh terhadap pasokan pangan impor Indonesia. Pemerintah pun diminta menghitung stok secara akurat untuk 3-4 bulan ke depan.

Kebijakan merestriksi ekspor pangan oleh negara-negara produsen dilakukan demi mengamankan kebutuhan domestik masing-masing.

Tren restriksi ini mulai diperlihatkan oleh sejumlah negara Eropa Timur yang menjadi pemasok gandum utama global. Mengutip Bloomberg, Kazakhstan bakal menerapkan batas ekspor gandum pada April 2020 di angka 200.000 ton dan 70.000 ton untuk tepung terigu.

Hal serupa dilakukan Rusia yang membatasi ekspor gandum sepanjang April-Juni 2020, di angka 7 juta ton. Ukraina pun berencana membatasi ekspor selama periode 2019-2020 di angka 20,2 juta ton, meski perkiraan awal Departemen Pertanian Amerika Serikat (AS) menyebutkan ekspor gandum Ukraina pada rentang tersebut bakal mencapai 20,5 juta ton.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top