Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Karyawan bekerja di dalam gudang penyimpanan stok gula pasir milik PT Rejoso Manis Indo (RMI) di Blitar, Jawa Timur, Senin (9/3/2020). Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional menyatakan harga gula secara nasional berangsur naik hingga mencapai Rp16.550 per kilogram sejak Jumat (6/3/2020) kemarin, dari harga acuan yang ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp 12.500 per kilogram. ANTARA FOTO - Irfan Anshori
Premium

Manis Pahit Mencari Gula

02 April 2020 | 23:58 WIB
Kebutuhan gula konsumsi sudah terukur setiap bulannya, seharusnya tidak ada lagi kelangkaan di tengah masyarakat.

Bisnis.com, JAKARTA – Enam gerai ritel Supermarket telah dijajal Lina (35), pagi ini, Kamis (2/04/2020). Demi memenuhi kebutuhan gula untuk rumahnya, warga Bekasi, Jawa Barat itu tak punya banyak pilihan. Harga gula di warung melambung tinggi, hampir dua kali lipat dari harga eceran tertinggi (HET).

Menurutnya, gula konsumsi baru dapat dibeli setelah ia menjajal gerai ke enam. Itupun hanya 2 kilogram. Karyawan pusat perbelanjaan modern mengingatkan Lina  ada aturan dari pemerintah.

“Akhirnya dapat, tadi sempat mencari lewat salah satu market place. Harganya melambung. Satu kilogram gula yang biasanya dibanderol Rp12.500 tersedia dengan harga Rp24.000. bahkan ada yang Rp 28.000. Memang ada harga normal dari chanel resmi milik market place tersebut, tetapi harus bersedia tunggu sampai stok datang,” katanya tersenyum pahit.

Sulitnya masyarakat mendapatkan gula konsumsi sudah terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Badan Pusat Statistik merekam gula mengerek inflasi inti. Pemberi cita rasa manis pada makanan dan minuman itu menyumbangkan inflasi 0,02 persen sepanjang Maret 2020. Sementara inflasi periode ini mencapai 0,1 persen.

Kendala mendapatkan gula telah disampaikan pengusaha kepada pemerintah semenjak akhir Januari 2020 lalu. Meski begitu, keputusan belum juga turun hingga akhirnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada awal Maret 2020 mengingatkan Kementerian Perdagangan untuk bertidak di luar rutinitas.

"Ini persoalan mudah tetapi jadi sulit karena rutinitas. Tidak merespons, tidak memiliki feeling sekarang ini keadaan sulit," kata Jokowi kala itu.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top