Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Premium

Defisit Anggaran Melebar, Sampai Kapan?

Pemerintah telah membuka ruang untuk memperlebar defisit anggaran hingga 5,07 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) sebagai dampak atas respons penanganan penyebaran virus corona di Indonesia. Berapa lama kondisi ini bakal terjadi?
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 01 April 2020  |  17:32 WIB
Petugas menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (16/3/2020). - Bisnis/Arief Hermawan P
Petugas menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (16/3/2020). - Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Meski membuka ruang pelebaran defisit anggaran hingga 5 persen untuk membiayai penanganan pandemi COVID-19, pemerintah juga berkomitmen defisit APBN mampu menyusut bertahap hingga ke level di bawah 3 persen pada 2023.

Pada Selasa (31/3/2020), Presiden Joko Widodo menyampaikan sudah menandatangani Peraturan Pengganti Undang-undang (Perppu) tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan Negara.

Secara umum, Perppu tersebut berisi sejumlah kebijakan anggaran untuk menangani pandemi virus corona antara lain pelebaran defisit, realokasi anggaran, keringanan pajak, hingga opsi pembiayaan lanjutan sebagai respons penanganan pandemi virus corona.

Perppu ini hanya akan berlaku selama 3 tahun, yakni sejak tahun ini hingga 2022. Artinya, pada 2023, defisit APBN akan kembali mengacu pada UU Nomor 17 Tahun 2003, yakni tidak lebih dari 3 persen.

Anda sedang membaca konten premium.

Dapatkan informasi komprehensif untuk menavigasi bisnis Anda hanya dengan Rp50.000/bulan.
Berlangganan SekarangAtau Klik Di Sini untuk berlangganan Rp15.000/minggu
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top