Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan pemaparan saat konferensi pers APBN KiTa (Kinerja dan Fakta) di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (21/6/2019). Realisasi defisit APBN hingga Mei 2019 mencapai Rp127,45 triliun atau sekitar 0,79 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). - ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Premium

Recovery Bond Mirip BLBI, Apa Iya?

Pemerintah belum bisa menjanjikan kapan Recovery Bond bisa diaplikasikan karena hingga kini masih dibahas soal peraturan pemerintah pengganti UU (Perppu) sebagai dasar kebijakan tersebut.

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah terus mengambil ancang-ancang mengantisipasi dampak negatif pandemi virus corona atau COVID-19. Kali ini, pemerintah berencana menerbitkan surat utang dalam bentuk rupiah yang disebut Recovery Bond yang disebut-sebut mirip BLBI.

Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, dalam keterangan persnya, Kamis (26/3), menjelaskan bahwa kebijakan ini dicanangkan untuk menjaga arus kas dan likuiditas perusahaan-perusahaan di Indonesia. Dana hasil penjualan surat utang ini, dipegang oleh pemerintah dan bakal disalurkan ke dunia usaha dalam bentuk kredit khusus.

“Ini juga demi menjaga, mengurangi potensi terjadinya PHK,” jelas Susiwijono dalam video konferensi pers seperti dilansir BNPB.

Tidak semua pengusaha, tentunya, bisa mendapat fasilitas cicilan khusus yang dimaksud Susi. Ada sejumlah syarat yang wajib dipenuhi. Salah satu yang paling penting adalah syarat yang menyebutkan perusahaan terkait tidak boleh punya riwayat PHK berlebihan.

“Kalaupun ada karyawan yang kena PHK, [perusahaan terkait] harus mempertahankan 90 persen karyawan dengan gaji tidak berkurang,” sambungnya.

Pemerintah belum bisa menjanjikan kapan Recovery Bond bisa diaplikasikan. Sebab, saat ini mereka masih membahas peraturan pemerintah pengganti UU (Perppu) sebagai dasar kebijakan tersebut.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top