Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Premium

Virus Corona Membayangi, Mudik atau Tidak Mudik?

Beberapa bulan lagi, sebagian besar masyarakat Indonesia akan merayakan Idulfitri. Tradisi mudik pun terancam tak berjalan seperti biasanya di tengah bayang-bayang virus corona.
Tim Bisnis Indonesia
Tim Bisnis Indonesia - Bisnis.com 20 Maret 2020  |  16:33 WIB
Kendaraan pemudik dari arah Jakarta antre saat akan memasuki Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/5/2019). - ANTARA FOTO/Aji Styawan
Kendaraan pemudik dari arah Jakarta antre saat akan memasuki Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/5/2019). - ANTARA FOTO/Aji Styawan

Bisnis.com, JAKARTA — Diperpanjangnya masa darurat bencana virus corona oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana memunculkan rekomendasi pembatasan mudik Lebaran 2020.

Seoerti diketahui, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperpanjang masa darurat hingga 29 Mei 2020. Adapun Idulfitri 2020 diperkirakan jatuh pada akhir Mei.

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno meminta warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) untuk tidak mudik pada tahun ini jika pemerintah masih menetapkan masa darurat bencana COVID-19 hingga sekitar 2,5 bulan ke depan.

“Ada baiknya tidak banyak yang mudik, ketimbang bawa virus ke daerah,” tuturnya kepada Bisnis, Kamis (19/3/2020).

Anda sedang membaca Premium Konten
Silahkan daftar gratis atau login untuk melanjutkan membaca artikel ini.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top