Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Fasilitas minyak PT Chevron Pacific Indonesia di daerah Minas yang masuk dalam Blok Rokan di Riau, Rabu (1/8/2018). - ANTARA/FB Anggoro
Premium

Jalan Buntu Transisi Blok Rokan

10 Maret 2020 | 14:17 WIB
Pertamina kembali menemukan tantangan dalam transisi Blok Rokan. Kekhawatiran produksi blok minyak legendaris terjerembab mendekati kenyataan.

Bisnis.com, JAKARTA – Nama besar. Itulah satu-satu yang tersisa dari blok Rokan tanpa adanya aktivitas pengeboran.

PT Chevron Pacific Indonesia terakhir melakukan pengeboran 91 sumur pada 2018. Mulai 2019 – 2021, Chevron tidak akan melakukan pengeboran di Rokan.

Hal ini dianggap wajar, karena perusahaan migas asal Amerika Serikat ini, akan hengkang dari blok migas legendaris tersebut pada Agustus tahun depan.

Harapan mulusnya transisi blok Rokan dari Chevron ke Pertamina, ternyata belum bisa dilaksanakan. Fasilitasi yang digaungkan Kementerian ESDM ataupun SKK Migas, nyatanya tidak memberikan hasil.

Mungkin, kita harus bersiap ketika akhirnya nasib Rokan tidak jauh seperti blok Mahakam. Produksi merosot tajam.

Belakangan, Pertamina menawarkan opsi-opsi alternatif kegiatan investasi selama masa transisi telah dikembangkan yakni Joint Drilling Agreement (Opsi 1, 2, dan 3 JDA) dimana Chevron melakukan pengeboran selama masa transisi atas biaya Pertamina.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top