Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Menperindag Tungky Ariwibowo (kiri), Ketua Bappenas Ginandjar Kartasasmita (kedua dari kiri), Menparpostel Joop Ave (kanan) dan Aburizal Bakrie (kedua dari kanan) tengah berjalan ke ruang "Dialog antara Pemerintah dan Kadi Indoneisa" pada Senin (4/3 - 1996). Bisnis
Premium

Historia Bisnis : Eka Tjipta Widjaja Berkeluh Pemerasan Oknum Pemerintah

05 Maret 2020 | 14:47 WIB
Pada 24 tahu lalu, Eka Tjipta sudah megeluhkan pemerasan yang dilakukan oleh oknum pemerintah. Bahkan, A. A. Baramuli, meminta dibuatnya lembaga yang mampu memberantas korupsi--kini mewujud dalam KPK. Toh, hingga kini belum juga kelar urusan tersebut.

Bisnis.com, JAKARTA - Apa yang membuat khawatir para pengusaha dalam menciptakan produknya? Tak laku di pasaran nantinya? Bisa jadi. Namun bukan yang terbesar, toh itu risiko yang sudah diperhitungkan mereka sebelum memulai usaha.

Namun, ada hal yang lebih membuat para pengusaha khawatir, yang sejak dahulu dan mungkin sampai saat ini belum juga selesai masalah tersebut. Yakni, pungutan yang menjurus pada pemerasan.

Untuk hal terakhir, kekhawatiran para penguasaha bukan kepada para penjahat “kerah biru”, alias kroco-kroco pelabuhan. Melainkan para penjahat “kerah putih”, seorang yang memiliki posisi tinggi di dunia pemerintah maupun swasta.

Simak apa yang diucapkan Eka Tjipta Widjaya, pendiri Sinar Mas Group. “Ada dua jenis pungutan yang sering dilakukan pemerintah,” kata Eka, dalam sebuah acara yang dibuat Kamar Dagang Indonesia (Kadin) di Jakarta, Selasa (5/3/1996).

Yang pertama, "Pemerasan yang dilakukan oleh oknum Lembaga tertentu—dengan sedikit paksaan—kepada pihak pengusaha yang memerlukan izin usaha,” ucap Eka.

Kedua, soal persekongkolan antaroknum pemerintah dengan dunia usaha, alias kolusi.  “Dua tindakan tersebut merupakan kejahatan korupsi,” katanya.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top