Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Premium

Ada Pemanis, Mungkinkah RUU Ciptaker Diimplementasikan?

Sejak embrio Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja muncul, pro kontra terhadap beleid ini terus menerus muncul. Pemerintah, sebagai inisiator, pun menawarkan sejumlah pemanis untuk buruh dan pengusaha.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 27 Februari 2020  |  16:33 WIB
Pekerja menyelesaikan pembuatan pakaian di pabrik garmen PT Citra Abadi Sejati, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/9/2018). - JIBI/Nurul Hidayat
Pekerja menyelesaikan pembuatan pakaian di pabrik garmen PT Citra Abadi Sejati, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/9/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Di balik keriuhan pro dan kontra draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja (Ciptaker), pemerintah menyediakan sejumlah pemanis bagi kalangan buruh dan pengusaha.

Yang paling kentara adalah pemberian penghargaan lain kepada buruh yang didasarkan atas masa kerjanya. Artinya, makin lama masa kerja karyawan maka nilai penghargaannya pun makin tinggi.

Berdasarkan Pasal 92 pada RUU Ciptaker, karyawan dengan masa kerja 0-3 tahun akan mendapatkan 1 kali upah, 4-6 tahun akan menerima 2 kali upah, 7-9 tahun akan mendapatkan 3 kali upah, 10-12 tahun mendapatkan 4 kali upah, dan masa kerja di atas 12 tahun mendapatkan 5 kali upah.

Jika ini disetujui, maka buruh akan mendapatkan uang penghargaan cukup besar selang setahun setelah RUU diundangkan. Apalagi, ketentuan itu disebutkan berlaku surut yang artinya semua pekerja harus mendapatkan uang penghargaan ini.

Anda sedang membaca Premium Konten
Silahkan daftar gratis atau login untuk melanjutkan membaca artikel ini.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top