Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Premium

Kursi Panas Direktur Utama TVRI

Sebelum Helmy Yahya dicopot, sudah ada beberapa direktur TVRI lain pada periode sebelumnya yang mengalami nasib serupa. Mengapa hal ini terus terjadi?
Amanda Kusumawardhani & Annisa Margrit
Amanda Kusumawardhani & Annisa Margrit - Bisnis.com 18 Februari 2020  |  16:50 WIB
Gedung TVRI di Jakarta. - Antara
Gedung TVRI di Jakarta. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Sebulan sudah Helmy Yahya dicopot dari posisinya sebagai Direktur Utama TVRI. Di luar kontroversi alasan di balik pemberhentian Helmy, mungkin tak banyak yang ingat kalau jabatan tersebut adalah jabatan yang cukup panas.

Berdasarkan penelusuran Bisnis, "tradisi" berganti-ganti Direktur Utama (Dirut) sudah terjadi setidaknya sejak 2003. Saat itu, Sumita Tobing dipecat dan diganti oleh Hary Sulistyono.

Namun, Hary juga hanya mampu bertahan selama beberapa bulan sebelum kemudian diberhentikan pada 2004 dan diganti oleh Yazirwan Uyun. Hary dianggap menjual block air time kepada PT Prima Media tanpa persetujuan pemerintah.

Pada 2013, Farhat Syukri yang mestinya menjabat sebagai Dirut untuk periode 2012-2017, diberhentikan. Dewan Pengawas (Dewas) TVRI saat itu mengklaim Farhat dicopot karena tak mampu memperbaiki kinerja TVRI.

Anda sedang membaca Premium Konten
Silahkan daftar gratis atau login untuk melanjutkan membaca artikel ini.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top