Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pedagang menonton siaran langsung pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 di Pasar Impres Senen, Minggu (20/10/2019). - ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Premium

Bisnis TV, Masihkah Menguntungkan?

31 Januari 2020 | 13:49 WIB
Kisruh TVRI memunculkan pertanyaan mengenai kelangsungan industri televisi di Indonesia. Bagaimana hubungan antara konten dan pendapatan iklan, terutama dengan makin ketatnya persaingan dengan layanan streaming?

Bisnis.com, JAKARTA — Ribut-ribut pemecatan Helmy Yahya sebagai Direktur Utama TVRI mewarnai media massa sejak akhir Desember 2019. Helmy beserta direksi lain dan Dewan Pengawas stasiun televisi itu bahkan sudah dipanggil oleh DPR untuk menjelaskan duduk perkaranya.

Pembelian hak siar tayangan Liga Inggris menjadi salah satu alasan Dewan Pengawas (Dewas) memberhentikan Helmy.

Selain dinilai tidak sesuai jati diri bangsa, Ketua Dewas TVRI Arief Hidayat Thamrin menilai pembelian hak siar itu berpotensi menjadi beban utang bagi TVRI dengan nilai lebih dari Rp61 miliar. Bahkan, dia berpendapat TVRI berpeluang mengalami krisis keuangan seperti kondisi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) saat ini.

Di sisi lain, dalam konferensi pers yang dilakukan 2 pekan lalu, Helmy mengatakan pembelian hak siar itu dilakukan agar TVRI memiliki program unggulan yang diharapkan dapat meningkatkan jumlah penonton dan rating.

Mantan Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Helmy Yahya (kanan) menerima karangan bunga dari sejumlah pegawai TVRI sebelum mengikuti Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (28/1/2020)./ANTARA FOTO-Dhemas Reviyanto

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top