Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Warga bermain game online di Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Kamis (3/1/2019). - ANTARA FOTO/Rahmad
Premium

Ambisi Raksasa Gim Lokal Indonesia

22 Januari 2020 | 16:56 WIB
Pemerintah menargetkan kontribusi pengembang gim lokal dapat mencapai 20 persen dari nilai industri gim daring nasional pada 2025.

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah mematok target ambisius untuk mengerek kontribusi pengembang lokal dalam kancah industri gim daring Indonesia, dari sekitar US$3,52 juta pada 2017 menjadi US$42 juta pada 2025.

Berdasarkan data Newzoo, lembaga riset milik Nielsen, kontribusi pengembang gim lokal pada 2017 hanya 0,4 persen atau sekitar US$3,52 juta, dari total nilai industri gim daring nasional sebesar US$880 juta. Ketika itu, Indonesia menempati peringkat ke-16 di dunia.

Adapun Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menargetkan pengembang lokal berkontribusi hingga 20 persen atau sekitar US$42 juta dari nilai industri gim daring nasional yang diproyeksikan mencapai US$2,1 miliar pada 2025.

Deputi Infrastruktur Kemenparekraf Hari Sungkari bahkan siap menjadikan Indonesia sebagai negara dengan industri gim terbesar kelima di dunia, dengan nilai industri gim nasional menembus US$4,3 miliar pada 2030.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri) mencoba sebuah gim disaksikan CEO Agate Studio Arief Widhiyasa (kanan) di sela-sela peresmian kantor Agate Studio di Gedebage, Bandung, Selasa (23/4/2019). Agate Studio adalah salah satu perusahaan developer gim lokal yang cukup produktif dan telah dikenal luas./agate.id

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top