Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pekerja menyelesaikan pembuatan pakaian di pabrik garmen PT Citra Abadi Sejati, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/9/2018). - JIBI/Nurul Hidayat
Premium

Akankah Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja Kembali Jadi Lagu Lama?

20 Januari 2020 | 18:32 WIB
Riwayat hubungan yang kerap tak harmonis antara pengusaha dan buruh seolah telah teruntai dalam bait-bait ‘lagu lama’.

Bisnis.com, JAKARTA — Di kalangan buruh, pengusaha acapkali dituding sebagai ‘otak’ di balik kebijakan yang dicanangkan oleh pemerintah. Sebaliknya, pengusaha menilai para pekerja cukup egois untuk mendapatkan kepentingannya.

Menilik ke belakang, tiap aksi unjuk rasa yang dipelopori oleh serikat buruh dan pekerja tampaknya sudah menjadi agenda tahunan, bahkan bulanan. Tema utama yang kerap diusung dalam demonstrasi tersebut juga familier, seperti isu kenaikan gaji, keluhan pesangon, hingga Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Di sisi lain, keluhan-keluhan yang disampaikan para demonstran tampaknya hanya ‘masuk kuping kanan, keluar kuping kiri’ di kalangan pengusaha.

Pada Senin (20/1/2020), sejumlah elemen buruh pun menggelar unjuk rasa di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Mereka menolak Omnibus Law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Lapangan Kerja, yang dalam waktu dekat bakal dibahas pemerintah bersama DPR.

Ratusan buruh menggelar aksi unjuk rasa menentang omnibus law di Jakarta, Senin (20/1/2020). Dalam aksinya mereka menolak omnibus law yang dinilai hanya menguntungkan pengusaha dan investor serta merugikan pekerja di Indonesia./ANTARA FOTO-Akbar Nugroho Gumay

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top