Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pekerja memanen daun teh di kebun milik PTPN VIII, Desa Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (17/12/2018). - ANTARA/Raisan Al Farisi
Premium

Produksi Teh Nasional Masih (Belum) Wangi

16 Januari 2020 | 18:04 WIB
Berbagai tantangan mengadang upaya peningkatan produksi teh nasional. Realisasi produksinya diperkirakan terus turun jika tak ada kebijakan yang mampu mendukung ekosistem pengembangan komoditas tersebut.

Bisnis.com, JAKARTA – Produksi teh nasional sebenarnya ditargetkan tumbuh menjadi 320.000 ton pada 2024, dari estimasi 152.000 ton pada 2019. Namun, upaya mendorong pertumbuhannya dinilai tak akan mudah lantaran area perkebunan teh justru terus menyusut.

Kenaikan produksi sebesar 110,5 persen itu ditarget pemerintah guna mendukung ambisi peningkatan ekspor teh dari 36.700 ton pada 2019, menjadi 92.100 ton dalam 5 tahun.

Dewan Pengawas Gabungan Asosiasi Perkebunan Indonesia (Gaperindo) Gamal Nasir menilai pemerintah perlu menyiapkan anggaran khusus demi menjaga produksi teh. Pengalokasian anggaran untuk intensifikasi dan peremajaan dipandang bisa meredam penyusutan produksi akibat usia tanaman yang tua dan alih fungsi lahan.

"Teh ini adalah trademark Indonesia sejak zaman pendudukan Belanda. Perlu ada upaya intensifikasi untuk meningkatkan produksinya," katanya kepada Bisnis, Rabu (15/1/2020).

Gamal menuturkan pemerintah pernah menggelontorkan anggaran sampai Rp100 miliar per tahun untuk bantuan bibit dan pupuk komoditas teh. Namun, untuk saat ini, dia tak meyakini porsi untuk teh sebesar dahulu meski program peremajaan tetap berjalan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top