Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Direktur Potensi, Kepatuhan, Penerimaan Pajak Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Yon Arsal dalam acara Ngobrol Santai di Jakarta, Senin (25/11/2019). - Antara
Premium

Memperbaiki Struktur Penerimaan Pajak yang Timpang

14 Januari 2020 | 10:45 WIB
Hingga akhir tahun 2019, masih banyak sektor yang kontribusi penerimaan pajaknya tidak sejalan dengan kontribusinya terhadap PDB.

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah perlu segera memperbaiki ketimpangan struktur penerimaan pajak dalam rangka memaksimalkan performa penerimaan pajak.

Hingga akhir tahun 2019, masih banyak sektor yang kontribusi penerimaan pajaknya tidak sejalan dengan kontribusinya terhadap PDB.

Contohnya, sektor manufaktur yang secara rata-rata berkontribusi sebesar 19% terhadap PDB memiliki kontribusi sebesar 29,4% terhadap penerimaan pajak.

Sebaliknya, sektor konstruksi yang secara rata-rata memiliki kontribusi terhadap PDB sebesar 10,6% hanya berkontribusi 7,2% terhadap penerimaan pajak.

Secara keseluruhan, penerimaan pajak nonmigas, non-PBB, dan non-PPh DTP cenderung didominasi oleh sektor manufaktur dan perdagangan dengan kontribusi mencapai 49,3%. Dari sisi PDB, kedua sektor tersebut memiliki kontribusi terhadap PDB sebesar 33%.

Partner DDTC Fiscal Research Bawono Kristiaji mengatakan bahwa struktur penerimaan pajak idealnya selaras dengan struktur perekonomian.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top