Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal (tengah) berorasi saat aksi unjuk rasa buruh di depan Kementerian Tenaga Kerja, Jakarta, Kamis (31/10/2019). Dalam aksinya mereka menolak kenaikan upah minimum berdasarkan PP No.78 Tahun 2015 serta menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan. - ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Premium

Benarkah Masalah Upah Jadi Penghambat Investasi Manufaktur?

31 Desember 2019 | 10:32 WIB
Pelaku usaha sudah pasti mengeluh dengan adanya kenaikan upah yang terjadi setiap tahun.

Bisnis.com, JAKARTA - Persoalan upah tak kunjung usai. Kendati pemerintah telah menerbitkan regulasi yang membuat kenaikan upah lebih terprediksi, masalah ini masih menjadi keluhan.

Pelaku usaha sudah pasti mengeluh dengan adanya kenaikan upah yang terjadi setiap tahun.

Namun, kali ini pemerintah juga ‘mengkambinghitamkan’ upah sebagai penyebab terus jebloknya realisasi investasi pada sektor sekunder, yakni manufaktur.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi pada sektor sekunder atau manufaktur mencapai Rp335,8 triliun pada 2016.

Sejak itu, investasi di sektor ini terus ambles dan menjadi hanya Rp222,3 triliun pada 2018. Adapun, pada periode Januari—September 2019 tercatat hanya Rp147,3 triliun.

Di sisi lain, investasi sektor tersier, terutama jasa, dari tahun ke tahun semakin dominan. Sepanjang periode Januari—September tahun ini tercatat mencapai Rp354,6 triliun, atau setara dengan 59% dari total realisasi investasi yang mencapai Rp601,3 triliun.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top