Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat memaparkan kinerja APBN KITA Edisi November 2019 di Jakarta, Kamis (19/12 - 2019). Istimewa
Premium

Kala Pengelolaan APBN Terus Andalkan Utang

26 Desember 2019 | 17:47 WIB
Data terbaru Kementerian Keuangan menunjukkan posisi utang pemerintah per akhir November 2019 berada pada angka Rp4.814,31 triliun atau 30,03% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Bisnis.com, JAKARTA - Postur pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) makin tak ideal. Pasalnya di tengah tren pelemahan kinerja penerimaan pajak, rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) justru membengkak.

Data terbaru Kementerian Keuangan menunjukkan posisi utang pemerintah per akhir November 2019 berada pada angka Rp4.814,31 triliun atau 30,03% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Kendati pemerintah mengklaim total rasio utang terhadap PDB itu masih dalam tahap aman yakni di bawah 60%, angka rasio utang per November 2019 ini menjadi yang paling tinggi dibandingkan dengan 5 tahun terakhir.

Tak hanya itu, penambahan utang termasuk pembengkakan rasio utang di tengah rendahnya penerimaan pajak akan berpengaruh pada sejumlah aspek mulai dari penurunan kualitas belanja pemerintah hingga kemampuan membayar bunga utang.

Data Kemenkeu pada bulan yang sama mengonfirmasi soal kualitas pengelolaan anggaran selama 11 bulan terakhir. Sebagai contoh, dari total belanja non kementerian dan lembaga (non K/L) yang mencapai Rp575,4 triliun hampir 46,5% atau Rp267,63 triliun digunakan untuk membayar bunga utang.

Jika dibandingkan dengan pos belanja lainnya, pembayaran bunga utang tersebut hanya kalah dengan belanja barang yang realisasi per November 2019 sebesar Rp268, 8 triliun.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top