Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Warga beraktivitas di GOR Kota Baru yang diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Jambi, Senin (14/10/2019). - ANTARA/Wahdi Septiawan
Lihat Foto
Premium

KILAS BALIK 2019: Teror Hantu Kabut Asap

Selubung kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan kembali menghantui sejumlah daerah pada September—November 2019. Langkah antisipasi yang sudah disiapkan sejak tahun-tahun sebelumnya berbenturan dengan panjangnya musim kemarau tahun ini.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com
24 Desember 2019 | 12:55 WIB

Selubung kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan kembali menghantui sejumlah daerah pada September—November 2019. Langkah antisipasi yang sudah disiapkan sejak tahun-tahun sebelumnya berbenturan dengan panjangnya musim kemarau tahun ini.

Kabut asap akibat karhutla menyelimuti sejumlah wilayah seperti di Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Jambi, dan Sumatra Selatan, sejak pertengahan tahun dan baru menipis pada November 2019. Masyarakat hingga orangutan pun harus bertahan di tengah ancaman infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). 

Bank Dunia dalam sebuah laporannya yang dirilis pada Rabu (11/12) mencatat total kerusakan dan kerugian ekonomi akibat karhutla di Indonesia tahun ini mencapai lebih dari US$5,2 miliar, setara dengan 0,5% produk domestik bruto (PDB) negara.

Dilansir dari Reuters, Bank Dunia menyebut kerusakan langsung diperkirakan mencapai US$157 juta dan kerugian dari kegiatan ekonomi yang terpengaruh diperkirakan mencapai US$5,0 miliar.

Perkiraan ini didasarkan pada penilaian di 8 provinsi yang terkena dampak dari Juni hingga Oktober 2019, meskipun analis di Bank Dunia mengatakan kebakaran terus berlanjut hingga November.

Disampaikan pula lebih dari 900.000 orang melaporkan menderita penyakit pernapasan, 12 bandara nasional menghentikan operasi, dan ratusan sekolah di Indonesia, Malaysia, dan Singapura harus ditutup sementara karena terpapar asap.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
back to top To top