Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pekerja melakukan proses pemurnian dari nikel menjadi feronikel di fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) Pomalaa milik PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk, di Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa (8/5/2018). - JIBI/Nurul Hidayat
Premium

MINERAL LOGAM : Dua Sisi Tarif Royalti

11 Desember 2019 | 18:20 WIB
Aturan baru terkait penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pada sektor energi telah terbit dan akan efektif mulai 25 Desember 2019. Beleid tersebut menjadi kado Natal yang indah sekaligus pil pahit bagi para penambang mineral logam di Tanah Air.

Aturan baru terkait penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pada sektor energi telah terbit dan akan efektif mulai 25 Desember 2019. Beleid tersebut menjadi kado Natal yang indah sekaligus pil pahit bagi para penambang mineral logam di Tanah Air.

Ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2019 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Beleid yang diundangkan pada 25 November 2019 tersebut sekaligus mencabut PP No. 9/2012.

Bijih nikel mengalami kenaikan tarif royalti dari 5% menjadi 10% dari harga jual. Kenaikan signifikan juga dialami bijih besi dari 3% menjadi 10%, pasir besi dari 3,75% menjadi 10%, serta bijih mangan dari 3,25% menjadi 10%.

Sementara itu, mineral hasil pengolahan dan pemurnian seperti nikel matte dan ferronickel justru mengalami penurunan tarif royalti dari 4% menjadi 2%.

Adapun tarif royalti untuk emas berkisar antara 3,75%—5%, bergantung pada harga jual per ounce. Emas dengan harga jual kurang dari US$1.300 per ounce membayar royaltinya 3,75%.

Selanjutnya, emas dengan harga jual di atas US$1.300—US$1.400 per ounce membayar royalti sebesar 4%. Royalti sebesar 4,25% dikenakan apabila harga jual berada di atas US$1.400—US$1.500 per ounce.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top